Loading...

Tim SAR Unhas Terlibat Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Maros, Kampus Beri Dukungan

Posted By
ILHO
Kategori
PENGUMUMAN
Date
19-01-2026

Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) terlibat aktif dalam operasi pencarian dan pertolongan insiden pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Keterlibatan ini merupakan bentuk kontribusi kemanusiaan Universitas Hasanuddin dalam mendukung penanganan bencana bersama unsur SAR gabungan.

Sejak Sabtu, 17 Januari, Tim SAR Unhas telah menurunkan lima orang personil untuk membantu proses pencarian di lapangan. Tim tersebut terlibat dalam pencarian darat dengan melakukan penyisiran di area pegunungan dan hutan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Medan yang terjal, vegetasi lebat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K) menyampaikan dukungan penuh kepada Tim SAR Unhas yang bertugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dan relawan Unhas dalam misi kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat tanggap bencana.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Tim SAR Unhas yang sejak awal telah terlibat langsung dalam operasi pencarian. Ini adalah wujud nyata kepedulian Universitas Hasanuddin terhadap misi kemanusiaan,” ujarnya pada Senin, 19 Januari 2026. 

Ia juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat tersebut serta harapan agar seluruh proses pencarian dan penyelamatan dapat berjalan dengan lancar. 


“Atas nama Universitas Hasanuddin, kami turut prihatin atas bencana ini. Semoga operasi SAR berjalan lancar dan seluruh personil yang bertugas senantiasa diberikan keselamatan,” tambahnya.

Hingga kondisi terkini, operasi SAR masih terus berlangsung. Tim gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat di lokasi yang sulit dijangkau dan mengevakuasi satu korban, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan seluruh personel di lapangan.

Operasi pencarian ini melibatkan kolaborasi multi sektor yang terdiri atas Basarnas sebagai koordinator, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, BMKG, AirNav, relawan, komunitas pendaki, serta perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin. Seluruh unsur bekerja dalam sistem komando terpadu guna memastikan koordinasi berjalan efektif.

Universitas Hasanuddin terus memantau perkembangan operasi serta memastikan dukungan yang diperlukan bagi Tim SAR Unhas sebagai bagian dari kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam penanganan bencana dan misi kemanusiaan.