Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para ketua dan pengurus inti dari 40 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Gedung PKM 1 Unhas, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang diskusi strategis terkait penguatan pembinaan kemahasiswaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi, Ph.D., serta Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa, Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA.
Dalam sambutannya, Abdullah Sanusi menekankan pentingnya peran UKM sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter mahasiswa. Selain itu, ia menaruh perhatian pada isu kesehatan mental mahasiswa di tengah dinamika akademik dan aktivitas organisasi yang semakin kompleks. Menurutnya, kampus harus menjadi lingkungan yang suportif dan inklusif agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Literasi dan kesadaran kolektif, menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun budaya saling menghormati dan menjaga keamanan bersama.
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Kemahasiswaan Unhas akan merancang program-program edukatif dan preventif yang berfokus pada penguatan kesehatan mental mahasiswa serta peningkatan pemahaman terkait pencegahan kekerasan seksual.
Ia juga menyinggung mengenai implementasi MKPK (Mata Kuliah Penguatan Kompetensi) yang belakangan menimbulkan beragam persepsi di kalangan mahasiswa, termasuk anggapan bahwa skema tersebut terasa memberatkan, khususnya pada aspek magang. Ia menjelaskan bahwa magang hanyalah salah satu dari berbagai bentuk aktivitas yang dapat diakui dalam kerangka MKPK.
“Magang bukan satu-satunya pilihan. MKPK dirancang untuk memberikan ruang penguatan kompetensi melalui berbagai jalur, baik itu organisasi, kompetisi, pengabdian, maupun aktivitas lain yang relevan dengan pengembangan diri mahasiswa. Magang menjadi salah satu opsi, terutama bagi mahasiswa yang memiliki preferensi berbeda dalam aktivitas kemahasiswaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat utama MKPK adalah fleksibilitas dan keberagaman pilihan, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kompetensinya sesuai minat dan rencana pengembangan diri masing-masing. Untuk itu, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi secara lebih komprehensif agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami akan memperkuat sosialisasi agar mahasiswa memahami bahwa MKPK merupakan peluang untuk memperkaya pengalaman dan kompetensi, bukan tambahan beban akademik,” tambahnya.
Di akhir sesi, para peserta diberi kesempatan berdialog dan berdiskusi. Buka puasa bersama ini pun diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang sehat, aman, dan inklusif di lingkungan Universitas Hasanuddin.