Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin menggelar Gerakan Unhas Mengkaji dan Shalat Berjamaah (GUMSB) perdana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas, Senin (2/3). Pada pekan pertama, GUMSB mengangkat tema “Ramadhan dan Penguatan Karakter Akademik: Iman, Ilmu, dan Integritas.”
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis (WR IV) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil., yang mewakili Rektor Unhas. Dalam sambutannya, Prof. Adi Maulana menegaskan bahwa GUMSB diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin setiap semester, tetapi tumbuh sebagai identitas dan referensi nilai bagi Universitas Hasanuddin.
“Kita berharap kegiatan ini bukan hanya ritual semester. Nantinya, ini bisa menjadi referensi yang menggambarkan bahwa Unhas bukan sekadar kampus yang konsen pada pengetahuan dan teknologi, tetapi selalu memberikan ruang dan fasilitas untuk menjunjung tinggi nilai spiritual,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, di tengah kompetisi global, percepatan perkembangan teknologi, serta dinamika geopolitik dunia, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga insan yang kokoh secara moral. Ia berharap melalui GUMSB, keseimbangan antara kapasitas keilmuan dan kekuatan karakter tersebut dapat tercapai.
Lebih lanjut, ia berharap GUMSB mampu melahirkan insan Unhas yang tidak hanya unggul dalam sains dan teknologi, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual.
Menurut Prof. Adi, tradisi mengkaji sejatinya merupakan bagian dari tradisi intelektual yang harus terus dipertahankan di lingkungan kampus. “Mengkaji sesungguhnya adalah tradisi intelektual. Kajian adalah tradisi intelektual yang harus dipertahankan. Ke depan kita ingin membangun ekosistem kampus berkarakter namun tetap rendah hati,” tambahnya.
Tema kajian pada pekan pertama ini dibawakan oleh Ust. Prof. Dr. H. Yusring Sanusi Baso, M.App., Ling. Dalam pemaparannya, ia membahas ayat-ayat tentang puasa yang telah diturunkan sebelum datangnya Ramadan. Ia menjelaskan bahwa turunnya ayat-ayat tersebut lebih awal merupakan bentuk persiapan, agar Rasulullah memiliki kesempatan menyampaikannya kepada para sahabat, sehingga kedatangan Ramadan benar-benar siap diterima secara lahir dan batin.
GUMSB perdana ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta secara langsung di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas serta kurang lebih 900 peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen bersama dalam membangun tradisi mengkaji sebagai bagian dari penguatan karakter akademik di lingkungan Unhas.