Universitas Hasanuddin bersama Gojek menghadirkan kegiatan “Zona Muda Gojek Talkshow” yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Selasa (12/05). Kegiatan ini mengangkat fokus pembahasan tentang social media management di era digital dengan menghadirkan pembicara dari kalangan content creator dan praktisi industri kreatif, yakni Adi Surya, Anggu Batary, serta Anzar Ahmad sebagai moderator.
Hadir dari pihak Gojek, Head of Regional Public Policy & Government Relations at Gojek, Mohammad Khomeiny, serta Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman. Kehadiran Gojek bersama Unhas menjadi bagian dari upaya kolaboratif menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan industri digital dan kebutuhan generasi muda saat ini.
Hadir membuka kegiatan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi kampus dengan mitra industri sebagai upaya memperluas pengalaman dan jejaring mahasiswa di luar lingkungan akademik.
Menurutnya, kampus saat ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar formal, tetapi juga menjadi tempat lahirnya alumni yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” jelas Prof. Ruslin.
Ia menambahkan, Unhas terus mendesain berbagai program pembelajaran yang mendorong mahasiswa lebih agile dan aktif membangun pengalaman di luar kelas, salah satunya melalui Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) yang memberi ruang mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia industri dan masyarakat.
Prof. Ruslin menjelaskan, saat ini Unhas juga terus memperkuat kerja sama magang dan kolaborasi industri. Ia menyebut sebagian besar program studi telah aktif membangun kemitraan untuk membuka peluang pengalaman kerja bagi mahasiswa sejak dini.
“Sekarang kebutuhan industri bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki value, kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ruslin turut mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Unhas dan Gojek dalam menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan dunia digital dan industri kreatif.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya kemampuan social media management bagi mahasiswa dan generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan mengelola media sosial tidak lagi sekadar berkaitan dengan membuat konten, tetapi juga bagaimana membangun personal branding, memahami audiens, menciptakan komunikasi yang efektif, hingga mengelola atensi publik secara positif dan produktif.
Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini yang semakin membutuhkan talenta kreatif dengan kemampuan komunikasi digital yang baik. Media sosial kini menjadi ruang penting dalam membangun citra, memperluas jejaring, hingga membuka peluang karier dan kolaborasi profesional.
Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari mahasiswa Unhas yang memadati lokasi acara. Suasana talkshow berlangsung seru dan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Para peserta aktif berbagi pandangan dan pengalaman terkait strategi membangun konten yang menarik, menjaga konsistensi di media sosial, hingga cara menghadapi tantangan dan dinamika dunia digital yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Unhas berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan media sosial, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang menuntut kreativitas, kemampuan komunikasi, jejaring, dan adaptasi tinggi di era digital.