Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan generasi muda melalui Hasanuddin Career Program. Kali ini, tema kesehatan mental menjadi sorotan utama dalam kegiatan bertajuk “Dari Sadar ke Bertindak: Merawat Diri dan Saling Menjaga” yang berlangsung pada Senin (25/5) di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas.
Materi dibawakan dosen Psikologi Universitas Hasanuddin, Elvita Bellani, S.Psi., M.Sc., yang mengajak mahasiswa dan alumni fresh graduate memahami kesehatan mental bukan sekadar isu personal, tetapi juga bagian penting dari kemampuan seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Elvita menjelaskan bahwa kesehatan mental berarti kemampuan individu untuk menyadari potensi diri, memahami kapan membutuhkan bantuan, serta mampu menghadapi dinamika hidup secara sehat. Menurutnya, stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tantangan maupun perubahan dalam kehidupan.
“Stres sebenarnya adalah respons alami tubuh agar kita mampu menghadapi tantangan. Yang penting adalah bagaimana seseorang mengelola stres tersebut sehingga tetap dapat berfungsi secara sehat,” jelas Elvita.
Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kerentanan yang berbeda terhadap gangguan kesehatan mental. Faktor biologis, pengalaman hidup, lingkungan sosial, hingga tuntutan akademik dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Pada sesi diskusi, peserta diajak memahami berbagai coping strategies atau strategi menghadapi stres, seperti mengatasi sumber masalah, mengurangi emosi negatif, menemukan makna dari pengalaman yang dihadapi, hingga mencari dukungan sosial dari lingkungan sekitar.
Elvita menegaskan bahwa tidak ada satu strategi yang paling tepat untuk semua orang. Setiap individu perlu menemukan cara yang paling sesuai dengan kondisi dirinya masing-masing.
“Yang paling cocok adalah yang sesuai untuk diri Anda. Tidak semua orang menghadapi tekanan dengan cara yang sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Elvita menjelaskan tanda-tanda yang perlu diperhatikan ketika seseorang mulai mengalami masalah kesehatan mental, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, perubahan pola tidur dan makan, perubahan suasana hati yang ekstrem, gangguan berpikir dan ingatan, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Menurutnya, perubahan perilaku sering kali menjadi sinyal awal yang paling mudah dikenali oleh orang terdekat. Namun, tidak semua individu mampu secara terbuka menceritakan kondisinya.
“Ada orang yang sangat terbuka, tetapi ada juga yang memilih diam. Karena itu, penting melihat perubahan perilaku dan menunjukkan kepedulian,” jelasnya.
Ia mendorong peserta untuk mulai membangun budaya saling menjaga di lingkungan pertemanan maupun keluarga. Langkah sederhana seperti bertanya secara langsung kepada teman yang terlihat berbeda dinilai dapat menjadi bentuk dukungan emosional yang berarti.
Elvita juga mengingatkan agar bantuan diberikan tanpa paksaan agar individu yang mengalami masalah kesehatan mental tidak semakin menarik diri. Namun, apabila kondisi sudah mengarah pada tindakan menyakiti diri, maka orang di sekitar perlu bersikap lebih proaktif untuk memastikan individu tersebut mendapatkan pertolongan profesional.
Melalui kegiatan ini, Hasanuddin Career Program tidak hanya membekali peserta dengan pengembangan diri, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menjalani proses belajar, membangun relasi sosial, dan menyiapkan masa depan.