Empat organisasi mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melalui program-program yang mengangkat isu strategis masyarakat, mulai dari mitigasi bencana longsor, ketahanan pangan, hingga pencegahan stunting berbasis pendekatan One Health.
Capaian tersebut diumumkan dalam kegiatan Kick Off PPK Ormawa 2026 yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Tamalanrea, pada Senin (1/6). Kegiatan ini menjadi titik awal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan mahasiswa di berbagai desa mitra.
Tahun ini, Unhas berhasil meloloskan empat tim pada pendanaan PPK Ormawa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi mengingat setiap perguruan tinggi hanya berpeluang memperoleh pendanaan untuk maksimal tujuh tim yang diusulkan.
Empat tim yang lolos menunjukkan keberagaman pendekatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Tim SPACE Fakultas Teknik Unhas mengembangkan program “LONTARA: Manajemen Bencana Berbasis Community Engagement, Teknologi, dan Konservasi Lingkungan dalam Mitigasi Bencana Longsor untuk Mewujudkan Desa Lonjoboko Tangguh Bencana”. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko longsor melalui kombinasi edukasi kebencanaan, pemanfaatan teknologi, dan upaya konservasi lingkungan.
Pada sektor ketahanan pangan, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Teknik Pertanian (BEM KM-TEKPER) mengusung program “CARA'DE: Implementasi Smart Hydro-Feed Farming sebagai Model Integrasi Perikanan dan Pertanian Berkelanjutan untuk Penguatan Kemandirian Pangan Masyarakat di Desa Tinggimae”. Program tersebut mengintegrasikan sistem pertanian dan perikanan dalam satu ekosistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) mengembangkan program “MANNENNUNGENG: Smart Hydro Loop sebagai Strategi Peningkatan Kemandirian Petani di Desa Kajaolaliddong dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Inovasi ini memanfaatkan pendekatan teknologi budidaya yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian petani desa.
Di bidang kesehatan masyarakat, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) menghadirkan program “OCEANS: One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability sebagai Strategi Desa Sehat dalam Pengendalian Faktor Risiko Stunting di Desa Popo”. Program tersebut mengadopsi pendekatan One Health yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam upaya menekan faktor risiko stunting di wilayah pesisir.
Menariknya, capaian tahun ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Unhas. Untuk pertama kalinya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berhasil memperoleh pendanaan PPK Ormawa melalui BEM KM Teknik Pertanian. Keberhasilan tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Direktur Kemahasiswaan Unhas Abdullah Sanusi, Ph.D., menyampaikan bahwa PPK Ormawa merupakan ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“PPK Ormawa ini lebih dari sekadar kompetisi. Yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa dapat hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. Inilah esensi dari pengabdian yang ingin terus kita dorong,” ujarnya.
Menurut Abdullah, keberhasilan meloloskan empat tim menunjukkan bahwa mahasiswa semakin mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh di kampus menjadi program yang aplikatif dan relevan dengan tantangan pembangunan di tingkat desa.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menegaskan komitmen Unhas untuk mendukung lima tim yang belum memperoleh pendanaan nasional. Melalui skema pendanaan internal yang serupa dengan Program Bina Desa, Unhas akan memfasilitasi implementasi program-program yang telah dirancang mahasiswa agar tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terdapat lima tim yang belum lolos pendanaan nasional, namun memiliki program yang sangat baik. Karena itu, Unhas berkomitmen memberikan dukungan pendanaan agar mereka tetap dapat menjalankan program yang telah disusun,” jelas Abdullah.
Dengan dukungan tersebut, sebanyak sembilan program organisasi mahasiswa akan dijalankan pada tahun ini. Kehadiran program-program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan dampak sosial bagi masyarakat sasaran, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan.
Menutup sambutannya, Abdullah berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan capaian yang kompetitif pada ajang Abdidaya Ormawa 2026.
“Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan mencapai target yang telah direncanakan. Kepada empat tim yang lolos pendanaan, semoga dapat menjalankan program secara optimal, melaju hingga Abdidaya Ormawa 2026, dan membawa pulang penghargaan yang membanggakan bagi Universitas Hasanuddin,” tuturnya.
Diketahui, Abdidaya Ormawa merupakan ajang penganugerahan sekaligus puncak pelaksanaan PPK Ormawa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahun 2026, kegiatan tersebut akan berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Melalui berbagai program yang mengedepankan pendekatan sains, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa Unhas menunjukkan bahwa solusi atas persoalan kebencanaan, pangan, maupun kesehatan dapat lahir dari kolaborasi antara pengetahuan akademik dan kebutuhan riil masyarakat.