Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih Juara III Business Plan Competition pada Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana berlangsung di The Patra Bali Resort & Villas, Bali, pada 23 Juli 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi antikutu beras alami.
Tim yang mengusung nama PHARMACOUNT terdiri atas Humairah Afifah (Farmasi 2023), Afiya Nahda Hesa (Farmasi 2024), Artika Sari Supardy (Akuntansi 2024), dan Adinda Yulia (Akuntansi 2024). Tim dibimbing Prof. Dr. Herlina Rante, S.Si., M.Si., Apt.
Pada kompetisi tersebut, Tim PHARMACOUNT mengusung inovasi bisnis bertajuk RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma). Inovasi ini berupa paper strip berbasis minyak atsiri serai wangi dan ekstrak pandan wangi yang dirancang untuk melindungi beras selama penyimpanan.
Produk ini menjadi solusi atas permasalahan beras berkutu yang masih sering ditemui masyarakat. Selain membantu menjaga kualitas beras, RICEVA juga menawarkan alternatif yang lebih aman dibandingkan penggunaan bahan pengendali hama sintetis melalui pemanfaatan bahan alami dari sektor pertanian Indonesia.
Humairah Afifah selaku ketua tim menjelaskan, keunggulan RICEVA terletak pada penggunaan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan dan dikemas dalam bentuk paper strip yang praktis digunakan. Produk ini bekerja melalui pelepasan senyawa volatil alami secara perlahan untuk membantu menjaga kualitas beras selama penyimpanan.
Menurutnya, RICEVA memiliki potensi diterapkan oleh rumah tangga, mahasiswa yang tinggal di kos, pelaku UMKM pangan, hingga toko beras dan sembako.
“Kami berharap RICEVA dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan,” ujar Humairah pada Sabtu 25 Juli 2026.
Humairah menjelaskan bahwa kompetisi ini melalui persiapan matang, termasuk diskusi intensif antara mahasiswa Farmasi dan Akuntansi. Tim melakukan studi literatur, analisis pasar, penyusunan model bisnis, hingga analisis kelayakan usaha.
Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi produk, dan bisnis dalam satu proposal. Tim juga harus menyiapkan strategi bisnis dan presentasi yang mampu meyakinkan dewan juri. Kolaborasi yang solid dan pembagian tugas yang jelas menjadi kunci keberhasilan mereka.
Business Plan Competition FKPTPI Wilayah Timur 2026 diawali dengan seleksi proposal yang diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Proposal terbaik kemudian dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Penilaian meliputi aspek inovasi produk, analisis pasar, strategi pemasaran, proses produksi, kelayakan dan proyeksi keuangan, kualitas model bisnis, serta kemampuan tim dalam mempresentasikan dan mempertahankan gagasan.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM, mengapresiasi capaian Tim PHARMACOUNT.
“Keberhasilan ini memperlihatkan potensi besar mahasiswa Unhas dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap semangat berinovasi ini terus tumbuh sehingga semakin banyak karya mahasiswa yang memberi manfaat nyata,” ujar Prof. Suhasman pada Senin, 27 Juli 2026.
Ke depan, Tim PHARMACOUNT berencana mengembangkan RICEVA melalui pembuatan prototipe, pengujian efektivitas produk, dan penyempurnaan model bisnis agar siap diimplementasikan secara lebih luas.
Tim PHARMACOUNT juga mengajak mahasiswa untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti kompetisi. Menurut mereka, kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kewirausahaan. Ide sederhana dapat memberikan dampak besar apabila didukung riset yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.